Rabu, 21 September 2011

iklan sebagai panutan hidup ???

dosen : endah Muwarni

siapa yang tidak mengenal produk-produk terkemuka seperti Ponds, Loreal, Clear, Nike, Apple dan banyak produk lainnya yang terus menerus diiklankan oleh televisi, spanduk, radio ; iklan telah membentuk sebuah pola pikir dalam masyarakat, iklan juga sebagai gambaran gaya hidup bahkan budaya tertentu dalam masyarakat. produk-produk tertentu telah banyak dogunakan masyarakat karena intensitas iklannya. begitu kuatkah pengaruh iklan dalam kehidupan masyarakat???

fungsi iklanpun telah bergeser, masyarakat terbentuk pola pikirnya akibat iklan, iklan tidak lagi hanya ajang produk mempromosikan keunggulannya tetapi lebih kepada pola dan gaya hidup.
iklan memberikan gambaran seaakan-akan,,, seakan-akan kita menjadi cantik, gaul, gaya, keren jika memakai produk tertentu, inilah yang dapat disebut dengan kekerasan simbolik yang menciptakan pesan kategorisasi, klasifikasi, dan definisi sosial tertentu sesuai dengan kepentingan kelas atau kelompok dominan.


sejauh mana iklan mempengaruhi kita???

Jumat, 16 September 2011

'banjirnya' jurnalisme warga

dosen : Pak Agus Sudibyo
kapita seleketa kelas A, senin 12 september 2011

dalam era modern ini segala sesuatu berkembang begitu pesat dan cepat, semua warga negara pun ikut berpartisipasi dalam pembentukan era globalisasi yang semakin modern ini, dan hal ini pun tidak terlepas dari sekelompok masyarakat yang dinamakan jurnalisme warga.

jurnalisme warga adalah bentuk aktifnya warga negara dalam keterkaitan isu-isu yang sedang berlangsung dinegaranya, warga secara aktif-pertisipatoris terlibat dalam proses pencarian, pengolahan dan penyajian informasi.











banyaknya isu-isu permasalahan yang muncul saat inipun menjadi salah satu pemicu munculnya banyak jurnalisme warga, masyarakat semakin kritis dalam menanggapi permasalahan yang terjadi, bahkan ada banyak sekali media yang mneyediakan tempat untuk warga yang ingin berpartisipasi menjadi jurnalisme warga.
http://www.jurnalismewarga.com/ seperti situs ini salah satunya, dalam situs ini siapapun bisa ikut bergabung dan berpartispasi dalam mencari segala informasi berita.
bahkan sudah tersedia pembelajaran kelas menulis bagai jurnalisme warga =D

tetapi perlu kita ketahui bahwa menjadi jurnalisme warga tidaklah mudah, karena dewan pers pun telah menetapkan lembaga independen yang dibentuk berdasarkan  amanat Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers (uu pers) -pada 12 Agustus 2008 membahas Etika Jurnalisme Warga.

dengan berkembang pesatnya teknologi internet sekarang sangat memungkinkan semua warga menjadi jurnalsime warga, pilihan medium komunikasi pun semakin banyak, sehingga semakin banyak pula masyarakat yang mneyalahi aturan sebagai jurnalisme warga , jurnalisme warga sangat mendesak untuk dipraktekan tetapi satu sisi kita harus menyadari bahwa adanya aturan dan kode etik yang wajib untuk dipatuihi, dan kita juga harus bisa membedakan kepentinga individual dengan informasi kepentingan bersama. :)

Jumat, 09 September 2011

pengaruh iklan terhadap pola perilaku masyarakat

kapita selekta kelas A
dosen : Pak Irwan Julianto

dewasa ini media telah menjadi panutan dalam pola perilaku masyarakat, media mempunyai banyak sisi, disatu sisi media mendukung pendidikan serta kesehatan masyarakat, tetapi yang menjadi masalah dalam sisi lainnya media juga mempertahankan pola perilaku konsumsi masyarakat yang tidak baik dan memberi gambaran seakan nilai yang terkandung itu baik.

saya tertarik pada kasus iklan rokok,
jika kita mau lebih peduli pada lingkungan kita dan sedikit mau meninjau apa yang sedang terjadi pada generasi muda saat ini akibat perilaku konsumtif terhadap rokok maka mungkin kita akan menemukan banyak hal yang membuat kita sadar bahwa dunia periklanan telah 'sukes' membawa pesannya untuk generasi muda kita.

 tidak banyak kata yang bisa saya jelaskan dari pola perilaku generasi muda saat ini, apa yang menjadi dasar kebutuhan perilaku konsumtif terhadap rokok sudah dimanipulasi oleh sebuah periklanan.

dalam hal ini dibutuhkan advokasi media secara tegas dimana media tidak secar langsung mengubah pola perilaku secara individual tetapi lebih kepada perubahan cara pemahan masalah sebagai isu kesehatan dalam masyarakat.
kita sendiri mengetahui bahwa dalam akhir setiap iklan rokok telah dimasukan peringatan akibat merokok tetapi ini juga tidak mengurangi sedikitpun perilaku konsumtif masyarakat.

Esensi advokasi media lebih dari sekadar meningkatan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang masalah kesehatan. Kekuatannya justru pada melibatkan masyarakat dalam proses pembuatan kebijakan publik.


tetapi  yang mnejadi pertanyaan dalam benak saya, siapkah Indonesia dengan adanya advokasi media secara tegas??